Categories
Tech

ADATA SP920 256GB

ADATA SP920 256GB berukuran 2.5 in ci, hadir dengan balutan warna silver, – dan memiliki ketebalan 7 inci. Sama seperti SSD pada umumnya, perangkat ini juga menggunakan antarmuka SATA 3 6Gb/detik. SSD ini menggunakan Micron 128 Gbit 20nm MLC NAND Flash, dan controller Marvell 88SS9189 yang serupa digunakan oleh Crusial M550. Penggunaan NAND Flash tersebut, tentu membuat performa SSD menjadi lebih baik daripada penggunaan NAND Flash generasi sebelumnya dengan fabrikasi 25nm. ADATA memberikan berbagai macam bracket yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Hasil tes yang kami dapatkan dengan ATTO mencapai 563/361 MB/detik. Untuk hasil benchmark dengan CDM, terdapat sedikit penurunan performa pada kecepatan baca, yaitu sebesar 491/359 MB/detik. Transfer file acak sebesar 1GB mendapatkan waktu 3.52 detik untuk baca dan 4.22 detik untuk tulis. Hasil yang didapatkan memang tidak terlalu berbeda jika dibandingkan dengan seri SSD ADATA sebelumnya, namun ada peningkatan performa kurang lebih sekitar 10%.

Categories
Tech

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone Bagian 2

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone Bagian 2 – Strategi Samsung cukup masuk akal karena Tizen bisa diproyeksikan sebagai platform berbagai perangkat/gadget yang belum didominasi oleh Android, misalnya smartwatch Galaxy Gear 1, Gear 2, Samsung Smart­TV, kamera, serta peratalan rumah tangga cerdas (smart home device), seperti lemari es dan mesin cuci. Smart home device, smart­TV, dan mobil bahkan bisa terkoneksi lebih mudah dengan Tizen dibandingkan Android. Fenomena “Internet of Things” yang dianggap akan menggairahkan pasar bagi perangkat kategori baru, seperti smartwatch dan smart camera disadari betul oleh Samsung. Samsung mengklaim Tizen pun akan memberi keuntungan tersendiri bagi konsumen karena siklus upgrade/update yang lebih cepat ke pasar. Mereka membandingkannya dengan update Android untuk berbagai jenis smartphone yang membutuhkan waktu berbulan­bulan sebelum sampai ke tangan konsumen. Tizen hanya akan digunakan pada beberapa produk flagship Samsung.

Dengan demikian, flagship utamanya nanti, Samsung Galaxy S6, tidak akan berbasiskan Tizen. “Hitung­hitungan” Samsung, Tizen masih berpeluang sukses tanpa harus merusak hubungan dengan mitra bisnis software­nya. Penetrasi ke pasar “Internet of Things” Selain harus menjaga hubungannya dengan Google, Samsung juga harus peka terhadap keinginan konsumen. Samsung sudah menunjukkannya dengan interface Tizen yang mirip Android (gambar di atas) sehingga pengguna Android tidak asing dengan produk Tizen. Mereka bahkan mungkin akan lebih menyukainya karena adanya beberapa fungsi ekstra baru. Android app juga relatif mudah dikonversi ke Tizen dengan sedikit manipulasi pemrograman. Samsung juga menggandeng raksasa Intel dalam pengembangan Tizen untuk “Internet of Things”. Samsung berharap Intel turut serta mendorong adopsi platform Tizen melalui pasukan produsen OEM­nya. Sebaliknya, Intel berharap Samsung mengembangkan Tizen agar dapat mendukung Intel CPU.

Categories
Tech

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone – Kasus yang menimpa Microsoft masih segar dalam ingat peng gl ngan menonaktifkan dukungannya terhadap e email dan Calendar “dikebiri” oleh Google de­ guna smartphone Windows Phone pada Goo an Samsung. Saat itu, Februari 2013, akses Ex­­ change ActiveSync. Pemblokiran secara frontal ini menjadi indikasi ketatnya persaingan dan seberapa besar pengaruh yang bisa dilakukan Google. Fakta ini pula yang menjadi alasan Samsung berkeinginan untuk lebih bebas dari pengaruh (tekanan) Google. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengawalinya dengan merilis sistem operasi mobile Tizen yang disematkan pada smartphone Galaxy Z. Namun, petualangan Samsung masihlah panjang untuk sepenuhnya bebas dari Google (boks di halaman berikut).

Baca Juga : Download Capcut MOD APK

Google tidak hanya memiliki Android. Smartphone Tizen terbaru saja masih bergantung pada delapan layanan Google, seperti Google Mail, Google Now, Google Maps, Google Drive, Play Store, Google Calendar, dan YouTube. Bukan persoalan mudah untuk menggantinya dengan layanan non­Google karena pengguna umumnya telah nyaman dengan berbagai layan/app Google tersebut. Bahkan Apple dengan ekosistem non­Google­nya masih tetap “tersentuh” oleh berbagai layanan favorit Google. Tizen bukan sekadar platform coba-coba Samsung bukannya tidak memiliki pengaruh. Lihat saja dominasinya di pasar smartphone (grafik di halaman berikut). Smartpone Android Samsung telah menguasi 30.2% pangsa pasar smartphpne di kuartal I 2014 (sekitar 43% jika menyertakan seluruh perangkat Android mereka). Samsung tidak ingin berniat beralih secara total ke Tizen karena platform tersebut lebih difokuskan untuk berbagai produk di luar smartphone dan tablet.