Categories
Tech

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone Bagian 2

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone Bagian 2 – Strategi Samsung cukup masuk akal karena Tizen bisa diproyeksikan sebagai platform berbagai perangkat/gadget yang belum didominasi oleh Android, misalnya smartwatch Galaxy Gear 1, Gear 2, Samsung Smart­TV, kamera, serta peratalan rumah tangga cerdas (smart home device), seperti lemari es dan mesin cuci. Smart home device, smart­TV, dan mobil bahkan bisa terkoneksi lebih mudah dengan Tizen dibandingkan Android. Fenomena “Internet of Things” yang dianggap akan menggairahkan pasar bagi perangkat kategori baru, seperti smartwatch dan smart camera disadari betul oleh Samsung. Samsung mengklaim Tizen pun akan memberi keuntungan tersendiri bagi konsumen karena siklus upgrade/update yang lebih cepat ke pasar. Mereka membandingkannya dengan update Android untuk berbagai jenis smartphone yang membutuhkan waktu berbulan­bulan sebelum sampai ke tangan konsumen. Tizen hanya akan digunakan pada beberapa produk flagship Samsung.

Dengan demikian, flagship utamanya nanti, Samsung Galaxy S6, tidak akan berbasiskan Tizen. “Hitung­hitungan” Samsung, Tizen masih berpeluang sukses tanpa harus merusak hubungan dengan mitra bisnis software­nya. Penetrasi ke pasar “Internet of Things” Selain harus menjaga hubungannya dengan Google, Samsung juga harus peka terhadap keinginan konsumen. Samsung sudah menunjukkannya dengan interface Tizen yang mirip Android (gambar di atas) sehingga pengguna Android tidak asing dengan produk Tizen. Mereka bahkan mungkin akan lebih menyukainya karena adanya beberapa fungsi ekstra baru. Android app juga relatif mudah dikonversi ke Tizen dengan sedikit manipulasi pemrograman. Samsung juga menggandeng raksasa Intel dalam pengembangan Tizen untuk “Internet of Things”. Samsung berharap Intel turut serta mendorong adopsi platform Tizen melalui pasukan produsen OEM­nya. Sebaliknya, Intel berharap Samsung mengembangkan Tizen agar dapat mendukung Intel CPU.

Categories
Tech

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone

Operating Sistem Buatan Microsoft untuk Smartphone – Kasus yang menimpa Microsoft masih segar dalam ingat peng gl ngan menonaktifkan dukungannya terhadap e email dan Calendar “dikebiri” oleh Google de­ guna smartphone Windows Phone pada Goo an Samsung. Saat itu, Februari 2013, akses Ex­­ change ActiveSync. Pemblokiran secara frontal ini menjadi indikasi ketatnya persaingan dan seberapa besar pengaruh yang bisa dilakukan Google. Fakta ini pula yang menjadi alasan Samsung berkeinginan untuk lebih bebas dari pengaruh (tekanan) Google. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengawalinya dengan merilis sistem operasi mobile Tizen yang disematkan pada smartphone Galaxy Z. Namun, petualangan Samsung masihlah panjang untuk sepenuhnya bebas dari Google (boks di halaman berikut).

Baca Juga : Download Capcut MOD APK

Google tidak hanya memiliki Android. Smartphone Tizen terbaru saja masih bergantung pada delapan layanan Google, seperti Google Mail, Google Now, Google Maps, Google Drive, Play Store, Google Calendar, dan YouTube. Bukan persoalan mudah untuk menggantinya dengan layanan non­Google karena pengguna umumnya telah nyaman dengan berbagai layan/app Google tersebut. Bahkan Apple dengan ekosistem non­Google­nya masih tetap “tersentuh” oleh berbagai layanan favorit Google. Tizen bukan sekadar platform coba-coba Samsung bukannya tidak memiliki pengaruh. Lihat saja dominasinya di pasar smartphone (grafik di halaman berikut). Smartpone Android Samsung telah menguasi 30.2% pangsa pasar smartphpne di kuartal I 2014 (sekitar 43% jika menyertakan seluruh perangkat Android mereka). Samsung tidak ingin berniat beralih secara total ke Tizen karena platform tersebut lebih difokuskan untuk berbagai produk di luar smartphone dan tablet.

Categories
Edukasi

GaWai BUKAN UNTUK TENANGKAN ANAK

GaWai BUKAN UNTUK TENANGKAN ANAK – Meski sepertinya sangat menggoda, sebaiknya Mama tidak segera menyodorkan tablet pada anak yang sedang tantrum. Penelitian yang dimuat di JAMA Pediatrics memperlihatkan semakin besarnya kecenderungan orangtua untuk memberikan gawai sebagai “obat penenang” bagi anak-anak yang mengalami gangguan sosial-emosional. “Menurut studi, semakin orangtua merasa frustrasi dan tidak bisa menghadapi anaknya, mereka akan semakin mengandalkan gawai untuk menenangkan anaknya,” kata Jenny Radesky, M.D., Pakar Perilaku Anak dan Asisten Profesor Kesehatan Anak dari C.S. Mott Children’s Hospital, University of Michigan. Hal ini sungguh disayangkan, lanjut Radesky, mengingat sebenarnya gawai juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mempererat relasi orangtua dan anak. “Yang terjadi justru gawai menganggu keharmonisan keluarga,” imbuh sang peneliti

Categories
Edukasi

Cara Berkomunikasi dengan Bayi

Jangan gunakan kata ganti. Kata ganti “aku”, “saya”, “kamu”, atau “dia” bisa diartikan bayi sebagai mama, papa, atau nenek, atau bahkan dirinya sendiri, bergantung pada siapa yang mengajaknya berbicara.

• Ajukan banyak pertanyaan. Beri kesempatan si bayi untuk mengeluarkan suara, apa pun jenis suaranya. Salah satunya dengan mengajukan pertanyaan. Pertanyaannya bisa macam-macam dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

• Gunakan bahasa/kata sederhana. Boleh menggunakan bahasa bayi seperti “pus” untuk kucing atau “guk guk” untuk anjing, dan lainnya. Jangan paksa bayi mengucapkan kata yang sulit. Kata “mama” dan “papa”, misalnya, lebih mudah bagi bayi ketimbang “ibu” dan “ayah”, baik dari segi linguistik maupun fungsi susunannya.

Baca Juga : Test Toefl Jakarta

• Jangan bicara cepat-cepat. Berbicaralah lebih lambat dan jelas dengan intonasi yang menyenangkan, sehingga bayi mendapat kesempatan untuk menangkap kata-kata itu dan memahaminya.

• Beri rasa tenang. Bayi memiliki bahasa suara instingtif. Artinya, secara naluri ia bisa tahu suara-suara kasih sayang atau bukan. Umumnya ini berhubungan dengan keras-lembutnya suara. Karena itu, jangan bicara pada bayi dengan mengolok atau mengejek, marah, dan kasar, tapi berilah pujian dengan tulus.

• Gunakan musik atau nyanyian. Jangan khawatir bila suara kita sumbang. Bayi tak akan peduli. la akan senang dengan apa pun yang kita nyanyikan atau musik yang diperdengarkan. Umumnya lagu anak-anak bisa diterima oleh bayi. Seringseringlah mengulangi lagu atau pantun anak setiap hari kendati kita bosan. Bayi akan terangsang untuk menirukan meski artinya belum ia mengerti. Pengulangan juga akan membantu bayi mengenali suara-suara khusus.

• Pusatkan pada kata-kata tunggal. Setelah bayi makin besar, mulailah memberi tekanan pada kata-kata tunggal. Misal, “Sekarang Mama akan mengganti popok, ya,” sambil mengangkat dan menunjukkan popok kepadanya, “Ini popok ya.” Atau saat berkata, “Sekarang Mama mau membuat jus melon,” lalu angkat melon itu dan tunjukkan, “Melon. Ini buah melon.”

• Bayi usia di atas 3 bulan bisa diajak “membaca”. Gunakan buku cerita bergambar, ia pasti tertarik. Tunjukkan gambar-gambar itu sambil dijelaskan, lalu tanyakan, “Mana bola?” Kelak ia akan mampu menunjukkan gambarnya.

• Gunakan kalimat perintah. Penting bagi bayi untuk belajar mengikuti perintah sederhana, seperti, “Lambaikan tangan,” atau “Ambil boneka itu,” dsb. Tentu ia tak akan segera melakukan perintah. Dengan pengulangan sambil memberi contoh, lama-lama ia akan melakukannya.